Skip to main content

bintang gagal jatuh kampung kodok


Pada suatu hari, terdapat suatu kampung bernama kampung Kodok. Kampung itu tiba tiba didatangi oleh penyihir jahat yang murka karena rumahnya kebakaran terkena petasan pas abis taraweh. Sebenernya penyihir ituteh berusaha sabar, da katanya bisi puasa nya batal. Tapi setelah penyihir itu berpikir kan udah malem jadi puasabya udahan, terus dipikir pikir lagi kenapa ada taraweh dan kenapa puasa padahal ramadhan mulai nya bulan depan, si penyihir pun jadi deh marahnya nyamperin anak di kampung Kodok yang main petasan. Ternyata si anak ituteh pangeran gaes, ganteng pokoknya mah.

Katanya si penyihir teh sakit hati gapunya rumah lagi, terus sapu terbangnya kebakar, da hoream cenah kalau jalan kaki mah bisi rorombeheun. Akhirnya Si pangeran ngasih sandal karena ternyata si penyihir gatahu adanya penemuan baru bernama sandal. Tapi da tetep sakit hati karena kodok kesayangannya mati kaget pas denger jedor jedor petasan, si kodok kesayangan penyihir yang bernama tikus itu ternyata punya penyakit jantung.

Singkat cerita akhirnya penghuni kampung kodok dikutuk jadi kodok karena penyihir pengen punya peliharaan baru. Pangeran desa yang berubah jadi kodok pun merasa bersalah kepada sekampung karena ulahnya sekampung jadi suka makan lalat dan menjadi masalah rantai makanan yang dijadiin soal UN SD. Tapi karena itu, sang Pangeran desa yang berubah jadi kodok mempunyai tekad kuat untuk mengembalikan keadaan kampungnya menjadi kampung manusia. Dia berkelana dan meloncat dibawah hujan karena kodok suka hujan menurut tebak tebakan dari mang eskrim seribuan. Dibawah hujan itu dia menikmati perjalanannya, diikuti bayangan yang tak disadarinya mengikuti.

Melihat usaha Sang Pangeran desa yang berubah jadi kodok untuk bertanggung jawab terhadap ulahnya, orang-orang coret kodok-kodok yang tidak membencinya mulai memaafkannya dan mendukungnya. Sang pangeran desa yang berubah  jadi kodok itu melewati sungai, sawah, lautan, manaiki bukit, daaaaan.. sampai! Pas udah sampai dia pun berbalik ke belakang sambil kaget. Kaget, ada kayak hantu kodok gitu yang kayak nya dari tadi ngikutin. Ternyata bukan hantu, ya kodok we. Tapi yaudah we da sama sama kodok. Ya terus? Ya udah.

Si pangeran desa yang berubah jadi kodok akhirnya menemukan obat buat jadi manusia sambil loncat loncat. Tiba tiba ada yang tepuk tangan. Dikirain hantu da di gunung. Ternyata kodok itu lagi, da kodok ituteh kayak liat super hero gitu mau nyelamatin orang orang, pikirannya terbuka kayaknya, Luas wawasannya- tahu dari mana eh?. Udahwe akhirnya turun menuju kampung. Udah we nyembuhin orang orang jadi we manusia lagi. Udah we gitu.

Si pangeran desa yang berubah jadi kodok pun berubah lagi jadi manusia. Dia pun berjanji gabakal main petasan lagi apalagi kalau si penyihir lagi melihara babi. Dia pun menjalani hidup bahagia karena nemuin perempuan sebagai pasangan baru pas lagi jadi manusia bukan pas jadi kodok.
Dan saya disini masih main dibawah hujan karena kata mang eskrim seribuan kodok suka loncat loncat pas hujan. Dan kata mak kodok baik saya harus baca buku banyak banyak biar bias jadi manusia.

Saya sedang lebay. Namun saya memang sedih. Saya sedang lebay. Tapi coba aja jadi saya.
Saya sedang lebay. Tapi itu hak saya. Saya sedang lebay. Entah sampai kapan.

Comments

Popular posts from this blog

Me and a cup of Hot Lemon Tea

Good Morning, from me and a cup of lemon tea. Teh hangat dengan sedikit gula dan potongan lemon segar menemaniku pagi ini. Pagi yang entah kenapa sangat bersemangat tanpa alasan. Sejak aku bangun sebelum matahari terbit, bahkan lebih cepat dari biasanya, aku tidak merasakan kantuk yang tersisa sedikit pun. Aneh, padahal tadi malam aku tidur larut malam sekitar pukul satu. Ya, aku ingin membicarakan Teh dan Lemon saja ya, daripada hal hal tidak penting tentang pagi ku yang tak akan kalian peduli kan, hehe. Sudah dua hari aku membuah teh hangat untuk memulai hari. Kebetulan, aku membawa lemon lemon segar dari rumah untuk persediaan. Kebetulan juga, seorang teman seasramaku entah kenapa membawa gula pasir sangat banyak yang dengan senang hati dia bagi. Saat aku menulis ini, aku sesekali juga menyisip teh itu, untuk mengingat kembali apa yang aku harus tulis darinya.  Teh hangat, sedikit gula, potongan lemon, dan cuaca yang sejuk. Kolaborasi yang indah untuk menciptakan sebua...

REFRESH

REFRESH. Bukan, bukan yang klik kanan kalau komputer error. Inituh Responsible in the future and Ready to Show it. REFRESH tuh nama angkatan 25pi/37pa di Darul Arqam, yang kemarin baru ultah ke 4. Cie udah 4 tahun masih bertahan. Apa? bertahan? malahan lebih susah untuk berpisah kayaknya. Kita waktu itu taaruf ga saling kenal, masih pada nangis di asrama (Aku sih no), masalah kecil dibesar besarin, kerudung temen ga bener aja di ghibahin. Rebutan pacar aja tawuran (hiperbol). Tapi kan bikin ketawa sekarang, dulu apa-apaan coba. Kalu nostalgia di asrama tuh paling semangat ngebully yang masalalunya jahil banget. Dan kita melalui masa masa itu bersama. Masa-masa ngebully tahu apung katring, atau ngeceng di rooftop waktu bubaran labkom putra.  Sampai tahun ini kita pusing bareng. Bareng-bareng bikin pusing dan dipusingin, tentang FIKIR. Musuhan, nangis-nangisan, ketawa-ketawaan, pura pura bahagia ketika proposal bikin greget kepastiannya. Saat masalah cinta tuh udah ga sempet ...