Good Morning, from me and a cup of lemon tea. Teh hangat dengan sedikit gula dan potongan lemon segar menemaniku pagi ini. Pagi yang entah kenapa sangat bersemangat tanpa alasan. Sejak aku bangun sebelum matahari terbit, bahkan lebih cepat dari biasanya, aku tidak merasakan kantuk yang tersisa sedikit pun. Aneh, padahal tadi malam aku tidur larut malam sekitar pukul satu. Ya, aku ingin membicarakan Teh dan Lemon saja ya, daripada hal hal tidak penting tentang pagi ku yang tak akan kalian peduli kan, hehe. Sudah dua hari aku membuah teh hangat untuk memulai hari. Kebetulan, aku membawa lemon lemon segar dari rumah untuk persediaan. Kebetulan juga, seorang teman seasramaku entah kenapa membawa gula pasir sangat banyak yang dengan senang hati dia bagi. Saat aku menulis ini, aku sesekali juga menyisip teh itu, untuk mengingat kembali apa yang aku harus tulis darinya. Teh hangat, sedikit gula, potongan lemon, dan cuaca yang sejuk. Kolaborasi yang indah untuk menciptakan sebua...
Pada suatu hari, terdapat suatu kampung bernama kampung Kodok. Kampung itu tiba tiba didatangi oleh penyihir jahat yang murka karena rumahnya kebakaran terkena petasan pas abis taraweh. Sebenernya penyihir ituteh berusaha sabar, da katanya bisi puasa nya batal. Tapi setelah penyihir itu berpikir kan udah malem jadi puasabya udahan, terus dipikir pikir lagi kenapa ada taraweh dan kenapa puasa padahal ramadhan mulai nya bulan depan, si penyihir pun jadi deh marahnya nyamperin anak di kampung Kodok yang main petasan. Ternyata si anak ituteh pangeran gaes, ganteng pokoknya mah. Katanya si penyihir teh sakit hati gapunya rumah lagi, terus sapu terbangnya kebakar, da hoream cenah kalau jalan kaki mah bisi rorombeheun. Akhirnya Si pangeran ngasih sandal karena ternyata si penyihir gatahu adanya penemuan baru bernama sandal. Tapi da tetep sakit hati karena kodok kesayangannya mati kaget pas denger jedor jedor petasan, si kodok kesayangan penyihir yang bernama tikus itu ternyata punya pen...